Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000 per Gram, Buyback Anjlok Rp43.000

admin
2 Min Read

Goldnews – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan cukup tajam pada perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2026). Pelemahan ini melanjutkan tren penurunan yang telah terjadi pada hari sebelumnya.

Berdasarkan informasi dari Logam Mulia Antam, harga emas Antam 24 karat turun sebesar Rp20.000 per gram, sehingga kini berada di level Rp2.615.000 per gram.

Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga emas dipatok sebesar Rp1.357.500. Sementara itu, emas ukuran 10 gram dijual seharga Rp25.645.000, sedangkan ukuran terbesar 1.000 gram (1 kilogram) dibanderol Rp2.555.600.000.

Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak pada kisaran Rp2.615.000 hingga Rp2.655.000 per gram. Adapun dalam satu bulan terakhir, harga emas tercatat berada pada rentang Rp2.615.000 hingga Rp2.733.000 per gram, menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa waktu terakhir.

Harga Buyback Ikut Turun

Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga mengalami penurunan yang lebih dalam. Hari ini, harga buyback turun Rp43.000 menjadi Rp2.352.000 per gram.

Harga buyback merupakan acuan yang digunakan Antam untuk membeli kembali emas dari pelanggan yang ingin menjual kepemilikannya.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi saat proses buyback dilakukan.

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut daftar harga emas Antam per Selasa (14/7/2026):

  • 0,5 gram: Rp1.357.500
  • 1 gram: Rp2.615.000
  • 2 gram: Rp5.170.000
  • 3 gram: Rp7.730.000
  • 5 gram: Rp12.850.000
  • 10 gram: Rp25.645.000
  • 25 gram: Rp63.987.000
  • 50 gram: Rp127.895.000
  • 100 gram: Rp255.712.000
  • 250 gram: Rp639.015.000
  • 500 gram: Rp1.277.820.000
  • 1.000 gram (1 kg): Rp2.555.600.000

Penurunan harga emas hari ini menjadi perhatian pelaku pasar dan investor logam mulia. Pergerakan harga selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh dinamika pasar global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.(Laporan:Goldnews-Ryn)

Share This Article
Leave a Comment