Gus Moefad Kunjungi Ponpes Mukmin Mandiri, Bahas Gagasan Gerakan Ekonomi Keumatan Berbasis Pesantren

admin
2 Min Read

Sidoarjo,Goldnews.id – Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Agoes Moh. Moefad, S.H., M.Si. atau yang akrab disapa Gus Moefad, berkunjung ke Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri, Waru, Sidoarjo, Rabu (21/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum diskusi mengenai pengembangan gerakan ekonomi keumatan yang membumi melalui kolaborasi dan pemberdayaan pesantren.

Dalam suasana diskusi ringan, pertemuan itu menghasilkan sejumlah gagasan tentang pentingnya membangun gerakan ekonomi keumatan yang tidak hanya berorientasi pada konsep, tetapi juga diwujudkan melalui langkah nyata, kerja sama, dan keberanian mengambil keputusan dalam berusaha.

Gerakan tersebut berangkat dari model Pesantrenpreneur yang dikembangkan oleh Mukmin Mandiri di bawah asuhan Prof. Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si., Drs., S.H., C.Med., CICSS. Model ini menempatkan pesantren sebagai ruang pembentukan karakter kewirausahaan sekaligus penggerak aktivitas ekonomi yang melibatkan santri, kiai, dan kelembagaan pesantren.

Menurut gagasan yang mengemuka dalam diskusi, karakter kewirausahaan santri, peran kiai, serta tata kelola kelembagaan yang tertata menjadi modalitas penting dalam membangun gerakan ekonomi keumatan. Ketiganya diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih berani memulai usaha, saling mendukung, dan membangun kemitraan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. KH. Muhammad Zakki menawarkan peluang kerja sama dengan pihak Yayasan Gus Moefad. Tawaran itu menjadi salah satu langkah untuk membuka ruang kolaborasi dalam mengembangkan usaha dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Gagasan tersebut menegaskan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga berpotensi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui penguatan kewirausahaan dan kemitraan, pesantren dapat ikut membangun kemandirian ekonomi umat secara lebih terarah.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberhasilan gerakan ekonomi keumatan, sebagaimana menjadi pesan penting dalam diskusi tersebut, membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan, memulai usaha, serta konsistensi dalam menjalankan ikhtiar bersama.

Melalui semangat Pesantrenpreneur, Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri terus membuka peluang kolaborasi sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi keumatan yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.(Laporan:Goldnews.id-Ryn)

Share This Article
Leave a Comment